Voice of Human Rights News Center

English English 17 Mei 2012  

            Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com                Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru di: http://www.vhrmedia.com   

 

Berita

Pertanian Tradisional Dapat Redam Efek Krisis Global

Hervin Saputra

VHRmedia, Jakarta - Metode pertanian tradisional efektif melindungi masyarakat dari dampak krisis global. Pertanian berbasis masyarakat dapat digunakan sebagai sarana melawan pertanian industri yang merusak lingkungan.


Pandangan tersebut mengemuka dalam seminar "Gerakan Politik Hijau Merespons Krisis Global" yang diselenggarakan Sarekat Hijau Indonesia di Jakarta, Rabu (3/12).

Ketua Gerakan Petani Internasional (La Via Campessina) Henry Saragih mengatakan, pertanian berbasis keluarga lebih efisien dibandingkan pertanian industri. "Kapitalis tidak efisien. Karena pertanian tradisional, traktor besar tidak bisa masuk," ujarmnya.


Menurut Ketua Serikat Petani Indonesia, agar pertanian tradisional efektif, cara pandang yang menilai pertanian tradisional kelanjutan perbudakan harus dihapuskan. "Pertanian masyarakat adat kita jauh lebih efisien," ujarnya.


Henry menyebutkan, hanya Rp 500 miliar dari total APBN untuk pertanian Rp 17,5 triliun yang dibelanjakan untuk pengadaan pupuk organik yang ramah lingkungan. Sisanya digunakan untuk pengadaan pupuk kimia yang merusak lingkungan.


Hendro Sangkoyo dari Sekolah Ekonomika Demokratik menilai perlawanan menggunakan cara protes tidak lagi efektif di tengah krisis global. Perlawanan harus dilakukan dengan politik alternatif yang menjadi lawan tanding arus modal.


Dia mengusulkan perjuangan alternatif dengan melawan politik tata ruang yang dimainkan pemilik modal. Dalam perlawanan itu diupayakan politik untuk melindungi ruang hidup masyarakat dari imbas perdagangan bebas. "Politik yang tidak membongkar ruang hidup," katanya. (E1)

©2012 VHRmedia.com


Berita Terkait


Belum ada yang berkomentar

Berikan Komentar Anda

Nama
E-mail (tidak dipublikasikan)
Isikan kode dikiri pada input form dikanan, refresh untuk me-reload kode. ( case and sensitif )


Berita Terkini

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:20 WIB

Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM

16 Januari 2009 - 23:54 WIB

Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid

16 Januari 2009 - 21:33 WIB

Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror

16 Januari 2009 - 21:15 WIB

LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III

16 Januari 2009 - 21:4 WIB

Arsip Berita »

Kisah

Wajah Baru VHRmedia

21 Januari 2009 - 14:24 WIB

Mulai Senin 19 Januari 2009 VHRmedia menyapa pembaca dengan wajah baru yang segar, sederhana, dan lebih mendalam dengan pemilihan kategori tema. Kunjungi VHRmedia baru di: http://www.vhrmedia.com//


Redaksi

ICW
Prakarsa Rakyat

Berita Terpopuler

Tidak ada data 5 Berita terpopuler

Arsip Berita »

Curhat

Menakar Harga Perempuan

30 November 2007 - 11:45 WIB

Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah

12 September 2007 - 11:20 WIB

Bayi Mungil di Rumah Kontrakan

13 Agustus 2007 - 14:12 WIB

Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin

11 Juli 2007 - 12:32 WIB

Bukan Salah Kartinem...

24 April 2007 - 11:51 WIB

Arsip Curhat »

Foker Papua