| 03 September 2010 |
Agenda
FESTIVAL PERANAKAN
9 Januari 2009
FESTIVAL PERANAKAN
9 January - 1 February 2009
East Mall, Grand Indonesia

Peranakan: an Indonesian Chinese
Peranakan is a term used for the descendants of the very early Chinese immigrants to the Southeast Asia region (in Indonesia and Malaysia today or known as Nusantara) who have partially adopted indigenous (e.g. Malay, Javanese, Manadonese, etc.) customs as part of an acculturation and/or intermarriage processes with indigenous communities. Many peranakan Chinese families have been settled in Indonesia for centuries and have indigenous as well as Chinese ancestry. That is why the word peranakan is commonly used to categorize Chinese Indonesians. In both Malay and Bahasa Indonesia, 'peranakan' means 'descendants'. The Peranakan Chinese number around 7 million among the total 230 million Indonesians.
This event exhibits 32 Photo Frames of Peranakan Culture and ethnography objects that related to history, fashion, culinary, daily life, architecture, and spiritual life.
Opening Program, 9 January 2008, East Mall Atrium, Grand Indonesia:
16.00 - "Indonesia Raya" by Bina Vokalia Pranadjaja Vocal
16.25 - Barong Landung Dance Show
16.35 - Welcome Speech by Prof Dr S Boedhisantoso (President's Counselor in Social and Culture)
Honorary Guest: Abdurrachman "Gus Dur" Wahid (in confirmation)
More info:
Ummy: 02132726386, 081311303973, yayasan.fkai@gmail.com
http://www.facebook.com/event.php?eid=59185155070&ref=nf
This event is held by cooperation between Grand Indonesia, Forum Kajian Antropologi Indonesia, Lim & Ong Heritage Consultant, and Paulman associate.
©2010 VHRmedia.com
Agenda
Berita Terkini
Wajah Baru VHRmedia
21 Januari 2009 - 14:20 WIB
Imparsial Minta MA Kedepankan Pendekatan HAM
16 Januari 2009 - 23:54 WIB
Muchdi Pr Siapkan 6 Saksi untuk Usman Hamid
16 Januari 2009 - 21:33 WIB
Kejaksaan Agung Perpanjang Kerja Satgas Antiteror
16 Januari 2009 - 21:15 WIB
LIPP: KPUD Jatim Paksakan Pilgub III
16 Januari 2009 - 21:4 WIB
Bingkai
Tumbal-tumbal Krisis
31 Desember 2008 - 17:12 WIB
Mereka yang tumbang paling awal. Dan bangkit paling akhir.
Prasetyo tidak pernah menyangka rontoknya pasar saham Wall Street di Amerika Serikat akan menjungkalkan periuk nasi keluarganya. Dia juga tidak pernah percaya anjloknya harga saham bernilai miliaran dolar di tempat nun jauh di
Berita Terpopuler
Tidak ada data 5 Berita terpopuler
Suara Sebelumnya
Menakar Harga Perempuan
30 November 2007 - 11:45 WIB
Gerobak Mi Ayam dan Konversi Minyak Tanah
12 September 2007 - 11:20 WIB
Bayi Mungil di Rumah Kontrakan
13 Agustus 2007 - 14:12 WIB
Juragan Kos-kosan dan Kartu Gakin
11 Juli 2007 - 12:32 WIB
Bukan Salah Kartinem...
24 April 2007 - 11:51 WIB







