Pernikahan Beda Warga Negara
Dengan hormat,
Pertengahan tahun ini saya berencana menikah dengan warga negara asing di Jakarta dan sekarang sudah mulai mempersiapkan dokumen yang harus kami serahkan. Calon suami bekerja dan tinggal di negaranya dan saya di Jakarta. Rencana relokasi baru akan dilakukan setelah pernikahan.
Kami belum berniat melakukan pernikahan di gereja dan ingin langsung menikah di catatan sipil. Apakah pernikahan catatan sipil sebelum pernikahan agama dimungkinkan di Indonesia? Apakah ini dapat dilakukan langsung di kantor catatan sipil? Apakah pernikahan di catatan sipil saja tanpa pernikahan agama diperbolehkan oleh negara? Apakah saya harus melakukan pernikahan di kantor catatan sipil tertentu sesuai KTP/KK saya atau dapat di mana saja?
Kami nasrani, namun secara gereja kebetulan calon suami saya Katolik dan saya Protestan. Apakah ini dianggap sebagai pernikahan beda agama oleh pemerintah Indonesia? Saya dengar salah satu dokumen yang harus dipersiapkan adalah surat izin dari orang tua. Apakah ini dokumen yang wajib? Bila ya, siapa yang dapat mewakili orang tua saya yang sudah meninggal? Apakah wajib untuk saya saja sebagai WNI atau calon suami saya juga harus mempersiapkannya?
Terima kasih
1. http://www.vhrmedia.com/Mengesahkan-Pernikahan-di-Negara-Lain-konsultasi683.html
2. http://www.vhrmedia.com/Sahnya-Pernikahan-konsultasi682.html
salam
Redaksi
Formulir Hak Jawab
Mohon untuk menambah wacana, kami mohon bisa dikirim form hak jawab. Terima kasih.
VHRmedia.com sudah memberikan hak jawab. Formulir hak jawab ada di footer (bagian bawah) halaman web kami. Silakan dicek.
Terima kasih
Salam
Redaksi
Capek Deh!
Setelah menunggu sekian lama, apa yang menjadi harapan rakyat, ternyata hasilnya cuma satu kata: Bingung. Bapak SBY telah memaparkan beberapa runtutan demi menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan rekomendasi Tim 8. Dan apa yang kita dengarkan? Kita menangkap tidak adanya ketegasan dari beliau. Masih ragu, bahkan. Beliau masih mencoba berada di tengah-tengah arus dan tidak memberikan kepastian kepada publik. Bola sudah ada di hadapan, mengapa tidak langsung ditendang? Malah dilempar ke sana-kemari tanpa arah pasti.
E Faizin
Siapa Mengawali Krisis?
Saat ini kita mengalami krisis listrik. Di Indonesia banyak dibangun pembangkit listrik yang besar. Juga jaringan yang luas. Beberapa PLTG dibangun di daerah yang strategis, dengan asumsi terjadi penghematan yang signifikan karena bumi kita penghasil gas. Tapi apa daya, gas hanya sedikit tersisa untuk negeri kita tercinta. Entah sisa ekspor atau sisa buat membayar utang. Akhirnya PLTG itu berubah nama PLTS ( Pembangkit Listrik Tenaga Solar). Akhirnya yang kita rasakan krisis energi.
Di luar Pulau Jawa banyak pulau dan kepulauan penghasil tambang batu bara, namun yang dibangun bukannya PLTU. Kebijakan pemerintah membangun dan meresmikan PLTD semakin membebani keuangan negara. Begitu ada sinyal byar-pet, kembali rakyat merasakan kurang nyamannya pelayanan PLN. Sinyal byar-pet itu malah mendorong dibuatnya peraturan yang nantinya diperkuat inpres, dengan poin di antaranya denda bagi yang boros listrik.
Rakyat sudah lama mengalami krisis kepercayaan, jangan ditambah dengan derita yang berkepanjangan. Semoga menjadi renungan kita bersama.
Tarif Talk Mania Simpati Menipu?
Salam Sejahtera.
Saya berdomisili di Riau, tepatnya di Kabupaten Pelalawan. Kurang lebih 3 minggu lalu saya melakukan daftar Talk Mania Simpati. Saat itu pulsa saya masih berkisar Rp 9.893. Saya berhasil mendaftar program tersebut, hanya saja pulsa saya berkurang menjadi Rp 300. Hari itu saya sudah mengajukan komplain ke Graphari Telkomsel di Pelalawan. Menurut petugas, akan segera diproses/dibantu dan saya disuruh tunggu 1 X 24 Jam. Namun hasilnya tetap nihil. Saya juga telah menghubungi 116, layanan Telkomsel. Oleh petugas yang menjawab, saya disuruh tunggu 3 X 24 jam. Namun hingga limit hai yang ditentukan juga hasilnya nihil.
Dua hari setelah itu saya kembali mengikuti program TM (Talk Mania). Saat itu pulsa awal saya berkisar Rp 8.000. Namun setelah daftar TM berhasil, ternyata kejadiannya berulang, kembali pulsa saya hanya tersisa kurang lebih Rp 800. Hari itu saya datangi Graphari Telkomsel di Pelalawan. Namun tetap juga hasilnya nihil. Mereka hanya akan janji. Hingga hari ini tidak ada progress-nya. Bahkan saya sempat meminta berita acara pengajuan komplain, namun oleh petugas tidak ada berita acara seperti itu. Saya hanya disuruh bersabar. Bahkan daftar panggilan atau transaksi panggilan keluar dan masuk di handphone saya terhapus semua oleh sistem jaringan Simpati-Telkomsel.
Saya komplain kepada Telkomsel, kalau membuat program Talk Mania jangan menipu tarif kepada masyarakat. Mohon Telkomsel Simpati menindaklanjuti komplain saya ini, karena tidak tertutup kemungkinan kejadian serupa banyak dialami pelanggan Anda yang mungkin tidak tahu/dapat mengajukan komplain ke mana.
Terima kasih
Hendri Marihot Siregar SH
Ada Apa dengan Negara Kita?
Saat ini "rakyat" disuguhi, dicekoki, dan diperlihatkan dengan sesuatu yang mengusik rasa ketidakadilan. Apakah sudah sedemikian parahkah "demokrasi" di negara kita? Kadang rakyat bingung, cuek, bahkan "biarin ah.. itu kan bukan urusan kita!"
Tapi di sisi lain, kita sebagai rakyat kecil secara tidak langsung terkena imbasnya. Apalagi saat ini suasana panasnya politik sudah mendominasi di awal sebelum perekonomian terobati.
Kira-kira apa yang mesti kita kerjakan?
Kartono
Ke Mana Harus Mengadu?
Kristina Stewart
Anak dan Pengungsian
Salam Budaya
Beberapa hari setelah informasi gempa di wilayah Sumatera Barat, terus saja tak terlewatkan dari mata masyarakat yang senantiasa menyaksikan. Sampai detik inipun jumlah korban yang luka dan meninggal masih simpang siur. Apalagi berkaitan tentang persoalan anak dan perempuan, apakah pemerintah sudah mengalkukasikan bantuan khusus buat mereka?
Beberapa informasi yang ditayangkan di media cetak belum memperlihatkan di mana anak-anak sesungguhnya setelah kejadian gempa tersebut. Apakah mereka berada dipengungsian? Tetapi di mana pengungsian tersebut? Belum lagi para perempuan.
Saya berharap persoalan anak dan perempuan jangan sampai terdiskriminasikan. Mereka membutuhkan makanan yang sangat berbeda dari orang dewasa. Apakah jika mereka sudah mengungsi tetap terlindungi dari dingin dan sebagainya? Anak-anak membutuhkan perlindungan dan pendampingan khusus.
Salam
Arief Winarko
Perampasan HAM
apakah VHR media bersedia menjadi koresponden bagi Reporters Without Borders?
Halo VRH media,
nama saya Fitri dan baru-baru ini saya dikontak oleh seseorang dari Reporters Without Borders untuk mencari media yang bisa mengisi komentar mengenai press freedom ranking dan human rights, saya pikir VHR sesuai dengan kriteria media yang diminta.
Kalau bersedia, boleh tolong kirimkan saya email VHR/seseorang dari VHR untuk bisa saya kirim attachment quesionernya?
Reporters Without Borders juga mencari volunteer yang bersedia memberikan berita2 tentang HAM dan kebebasan pers di Indonesia. Jika VHR tertarik membuat jejaring dengan mereka saya dapat memberikan juga email mereka.
Salam hangat,
F
Kami bersedia memberikan komentar untuk Reporters Without Borders seperti yang Anda maksud. Alamat email redaksi VHRmedia.com yang berwenang memberikan komentar tersebut, sudah dikirimkan ke alamat email Anda.
Redaksi VHRmedia.com




