LIST ARTIKEL
Jejak Langkah
VHRmedia memiliki obsesi “ingin dilihat orang”, dalam arti ingin memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada masyarakat. Kami akan mewujudkan obsesi itu, dari hari ke hari dalam perjalanan kami.
Peduli Itu Mudah
Lebih Buta dari Orang Buta
Apakah yang menggerakkan seseorang untuk peduli pada seorang tunanetra atau tunarungu atau penyandang cacat lainnya? Ketika melihat seorang penyandang cacat, reaksi spontan setiap orang bisa berbeda-beda. Sebagian orang spontan merasa kasihan, jatuh iba. Sebagian lainnya bisa saja seketika merasa ngeri, takut, atau jijik. Lalu mungkin ada juga yang bengong saja. Tak tahu harus merasa atau bereaksi seperti apa. Memang tak ada reaksi yang bisa dibakukan, dijadikan sebagai standar reaksi atau keharusan bereaksi. Tak ada dan tak bisa. Reaksi seseorang adalah cerminan kepribadian orang yang bersangkutan. Dan, karena setiap orang adalah unik, maka reaksi setiap orang pun seyogianya memang unik dan berbeda. Namun, seperti ditegaskan oleh hampir setiap negara di belahan bumi ini dalam undang-undang mereka, meski unik, setiap manusia sama derajat dan martabatnya, terutama di mata hukum.
Menggugat Hari Pers Nasional
Tahun Baru, Harapan Baru, Semangat Baru, Gus Dur Baru
Memasuki tahun 2010, bangsa Indonesia kehilangan dua tokoh penting dalam perjuangan demokrasi, pluralisme, dan hak asasi manusia. Gus Dur dan Frans Seda telah berpulang di akhir tahun 2009, dalam waktu hampir bersamaan. Di tahun 2009, bangsa Indonesia juga seharusnya berkabung untuk seorang tokoh muda tak dikenal yang sebenarnya berjasa besar membangun gerakan demokrasi di kalangan mahasiswa dan generasi muda. Nama tokoh muda pendiri Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi itu adalah Andi Munajat. Ia meninggal bersama anak bungsunya yang baru berumur 5 tahun, Dipa Nuswantara, dalam sebuah kecelakaan maut di jalan raya Pelaihari yang menghubungkan Banjarmasin sampai Batu Licin.
Radio Tanggap Bencana
Ladang Perminus
Pemberantasan korupsi seharusnya menjadi tugas dan tanggung jawab bersama yang bisa menyatukan berbagai perbedaan dari semua komponen masyarakat. Korban korupsi tak membedakan golongan, suku, agama, status sosial, ataupun ideologi tertentu. Rakyatlah yang menjadi korban secara keseluruhan.
Merajut Suara dari Pinggir
Media baru di negeri ini mempunyai ceruk pasar yang sangat besar. Apabila kita tidak mulai merancang aksi untuk masuk kancah dunia baru itu (yang sayangnya harus bersifat komersial), maka kepentingan rakyat akan selalu jatuh dalam posisi sebagai konsumen dan pasar industri media penyiaran, meski fitrah media baru adalah partisipasi dan kesetaraan dalam mengakses serta memproduksi informasi.






