Suku Aborigin Kian Terpuruk di Jurang Kemiskinan
VHRmedia, Australia – Kehidupan sosial dan ekonomi suku Aborigin di Australia mengenaskan. Suku asli penghuni Benua Australia ini menjadi kelompok warga negara paling miskin.Temuan itu berdasarkan laporan pemerintah Australia berjudul “Overcoming Indigenous Disadvantage” yang diterbitkan, Kamis (2/7). Laporan itu semula dimaksudkan mengukur tingkat perbaikan sosial ekonomi penduduk asli Australia dan menyoroti kesenjangan warga suku Aborigin dengan warga Australia lainnya..
Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menyebut hasil laporan itu mengenaskan. Dalam pertemuan dengan pemimpin negara bagian dan federal, Rudd mengatakan dibutuhkan strategi baru yang mendesak untuk mengatasi jurang kesenjangan tersebut. “Hal ini tidak dapat diterima, dan membutuhkan langkah pasti,” katanya.
Seperti dilansir situs Al Jazeera, Jumat (3/7), laporan pemerintah Australia tersebut menyebutkan anak-anak Aborigin enam kali lebih rentan mengalami kekerasan atau diabaikan oleh anak-anak di luar sukunya.
Laporan tersebut juga menunjukkan tidak ada peningkatan kemampuan membaca dan berhitung suku Aborigin, sejak survei terakhir mengenai standar kehidupan pada tahun 2006. selain itu, warga suku Aborigin 13 kali lebih sering ditangkap petugas keamanan dibandingkan warga masyarakat Australia lainnya.
Jumlah populasi suku Aborigin hanya 2% dari 22 juta penduduk Australia. Mereka adalah kelompok paling miskin dan kaum minoritas yang kehidupannya paling tidak sehat. Rata-rata tingkat harapan hidup warga suku Aborigin 10 tahun lebih singkat dibandingkan harapan hidup penduduk Australia lainnya. (E1)
Foto: worldreligion.nielsonpi.com
2 Komentar
kluarga bsar rizky seky..!!!!!
hrusnya penduduk asli lebih di hargai donk
Berikan Komentar Anda
Terkini
Aksi Bakar Quran Ancam Tentara AS di Afganistan

VHRmedia, Afghanistan – Komandan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan mengkritik sebuah gereja di Florida yang berencana membakar Quran memperingati tragedi 11 September. Aksi membakar Quran akan memberikan masalah serius bagi tentara Amerika yang ditempatkan di berbagai negara, terutama di negara Islam.




