Debat Terakhir Calon Presiden Debat Calon Presiden Tak Suarakan Harapan Rakyat
VHRmedia, Jakarta – Debat pamungkas kandidat presiden, Kamis (2 /7) malam, tidak menunjukan upaya mengakomodasi aspirasi seluruh masyarakat. Calon pemilih diimbau mengawal ketat kebijakan presiden yang terpilih dalam Pemilihan Presiden 2009.
Komunitas organisasi non-pemerintah menilai, ketiga pasangan calon presiden tidak menegaskan visi dan misi program kerjanya dalam debat terbuka. Dalam debat final dengan tema “Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Otonomi daerah” tadi malam, paparan ketiga calon presiden, Megawati, Yudoyono, dan Jusuf Kalla, mengenai negara kesatuan, demokrasi, dan otonomi daerah tidak diimbangi konsep sistem pertahanan yang efektif.
Jusuf Kalla sempat menyinggung pembangunan pertahanan negara melalui penguatan angkatan laut, namun hal itu tidak diuraikan secara konkret. “NKRI dikatakan sebagai harga mati. Sayangnya tidak dijelaskan bagaimana upaya pembangunan sistem pertahanan yang efektif. Karena kekuatan utama bela negara sangat bergantung pada kekuatan pertahanan,” kata Oslan Purba, anggota Federasi Kontras, Jumat (3/7).
Menurut Oslan, seluruh capres mengabaikan ketidakadilan politik dan ekonomi sebagai sumber ancaman pertahanan negara. Padahal konflik yang terjadi di beberapa daerah disebabkan ketidakadilan politik dan ekonomi. “Lalu, bagaimana para capres mensinkronkan konsep otonomi daerah dengan negara kesatuan?”
Khalisah Khalid, perwakilan Sarekat Hijau Indonesia (SHI), menilai debat capres menggunakan isu penegakan konstitusi hanya sebagai jargon mendulang suara. Sebab, menurut dia, para capres sebagai pihak yang paling sering mengabaikan penegakan konstitusi. “Bukankah mereka sendiri yang melakukan pelanggaran konstitusi? Esensi NKRI saja diabaikan,” ujarnya.
Komunitas yang terdiri dari 43 organisasi non-pemerintah ini menyerukan masyarakat agar mengawal, mengontrol, dan mengkritik seluruh kebijakan yang dihasilkan pemerintahan presiden terpilih. Dengan cara ini, penyimpangan terhadap janji selama kampanye dapat ditekan. (E1)
Berikan Komentar Anda
Terkini
Aksi Bakar Quran Ancam Tentara AS di Afganistan

VHRmedia, Afghanistan – Komandan pasukan Amerika Serikat di Afghanistan mengkritik sebuah gereja di Florida yang berencana membakar Quran memperingati tragedi 11 September. Aksi membakar Quran akan memberikan masalah serius bagi tentara Amerika yang ditempatkan di berbagai negara, terutama di negara Islam.




