Penggusuran Pedagang Kaki Lima (1) Bakso Maut Satpol PP
3 Komentar
sungguh keterlaluan untuk sebuah penghargaan penataan kota surabaya harus mengorbankan nyawa orang yang tak bersalah. tidak adakah solusi lain yang lebih bijak untuk memberikan penghargaan kepada manusia. tidakkah ada jalan lain selain menggusur dengan cara arif dan bijaksana.
Sebetulnya kesalahan bukan terletak pada penertib pemerintah,coba bayangkan pada awalnya saja orang tua itu sendiri sudah salah menyertakan anaknya berdagang dipinggir jalan ,apalagi dia tahu cara berdagangnyapun rawan bahaya ,terus waktu ada penertiban dia menaruh anaknya di gerobak yang jelas jelas bukan tempat aman bagi anak kecil.jadi itu musibah karena kecerobohan orang tua.
Harusnya negara memebrikan solusi sebelum menggasak warga yang mencari nafkah. Bayangkan hanya berjualan bakso itu saja yang bisa dilakukan suami istri tsb utk melangsungkan kehidupan rumah tangganya, dengan penghasilan yang tidak tentu dia tidak sanggup menitipkan anaknya di tempat penitipan balita seperti banyak dilakukan staff kantor.
Kalo ada kerjaan lain yang bisa dilakukan pasti suami istri itu tidak memilih berjualan bakso di tempat tersebut.
Perbuatan pemerintah seperti ini yang menyebabkan negara kita seperti sering terkena sumpah n kutukan, banyak terkena musibah. Rakyat kecil seperti orang yatim semua (cari seusap nasi kesana sini sendiri) tanpa ada pemerintah yang mengayomi dan menjamin kesejahteraannya. (bandingkan dengan negara2 sebelah yang merdekanya belakangan daripada kita).
Pemerintah harus lebih bijak dan proaktif dalam hal ini. Ini adalah contoh kriminalitas pemerintah terhadap rakyat papa.
Berikan Komentar Anda
Terkini
Waranggana Penjaga Martabat Tayub

Waranggana dituntut menjaga dan mengembalikan tayub dari pandangan buruk. Selama 23 tahun Musrini memilih jalan ini.




